0

Mungkin Hal-hal Ini yang Bikin Dia Nggak Balas Chat

Beruntungnya kita hidup di masa ketika teknologi sudah sangat canggih. Di zaman super modern ini, kuota internet lebih penting daripada pulsa. Mau berkabar, tak perlu lagi menggunakan burung merpati. Tinggal pilih aja, mau berkabar lewat WhatsApp, LINE, BBM, dan sebagainya. Tapi ya gitu. Sudah diberi kemudahan, masih saja ada orang yang sulit untuk membalas chat. Kalau lambat balas sih masih mending. Kalau nggak dibalas sama sekali? Pasti kita sering bertanya kenapa alasannya. Hmm..Yuk kita lihat alasan dari sisi tersangka.

Merasa udah balas chat, tapi ternyata belum. Sayangnya, teknologi belum secanggih itu…

2

Lupa balas chat karena keasyikan main game…

3

Udah ngetik panjang, tapi lupa pencet ‘send’…

4

Kelamaan ngetik karena nyari emot setahun…

5

Nggak boleh megang handphone kalau lagi kerja…

1

Nah.. Kan… Everything happens for a reason. ūüėÄ

0

Penipuan yang Mengatasnamakan PT. Kiat Ananda

Sebagai pengangguran yang tahu diri, mencari pekerjaan yang layak adalah sebuah kewajiban (bagi sebagian orang). Hampir segala cara saya tempuh, termasuk dengan melihat iklan lowongan di LINE Jobs. Waktu itu saya lihat informasi salah satu lowongan pekerjaan di sana.

Oknum yang mengaku sebagai PT. Kiat Ananda tersebut ternyata memasang iklan lowongan lebih dari satu. Yang satunya lagi mereka membuka lowongan untuk posisi admin. Coba perhatikan dengan jelas informasi yang mereka berikan, terutama pada bagian cara melamar. Aneh, kan? Mana ada mau melamar kerja, tapi harus telepon dulu? Alamat emailnya juga pakai gmail, bukan pakai domain website perusahaan. Di situ juga tertera alamat kantor di Jakarta Selatan. Padahal setelah saya telusuri, kantornya hanya ada satu dan bukan terletak di Jakarta Selatan. Sudah tahu bahwa ada yang aneh dengan lowongan tersebut, saya tetap kirim email lamaran. Saya ingin tahu bagaimana cara mereka melakukan penipuan. Malam harinya saya mendapatkan sms.

What. The. Hell. Ini sih sama saja kayak sms papa minta pulsa. Kesel. Saya balas aja sms nya.

Lah kocak. Ada ya, kangtipu baperan gitu?

Setelah saya googling alamat yang mereka kasih, boom! Hasilnya banyaaaaak banget orang yang dapat sms itu. Hebatnya lagi, mereka bisa menjelma menjadi perusahaan apa pun. Sebelum saya melihat iklan mereka di LINE Jobs, saya juga melihat mereka memasang iklan lowongan di Linked In dengan mengaku sebagai perusahaan X (saya lupa nama perusahaannya). Dari situ saya menemukan satu blog yang menceritakan bagaimana si kangtipu itu memeras uang dengan alasan untuk biaya registrasi atau pembayaran seragam kerja. Coba deh, kamu googling. Saya lupa alamat blog nya (update: kayaknya di blog ini). Mereka menipu dengan mencatut nama perusahaan yang berbeda-beda, tapi menggunakan alamat yang selalu sama. Ya pantas aja kalau saya cuma googling dengan kata kunci alamat, tapi saya langsung tahu kalau mereka ini kangtipu.

Alamat Kantor: PT.KIAT ANANDA GROUP..jl.Raya Fatmawati/Perkantoran Samping RS SETIA MITRA Kav 2 no.219 Lantai 2 , Jaksel..Patokan: kantor saya depan TIMUNG II ..up.IBU SAFIRA (Penempatan Kerja di Cabang Terdekat Domisili) 

Yang membuat saya heran adalah mereka sudah lama beroperasi melakukan penipuan, tapi kok didiamkan saja? Berita burung bilang sih mereka punya ‘pagar penjaga’. Yaa.. Nggak tahu lah ya, mereka bekerja sama dengan siapa.

Duhileeehh… Pak, Bu… Tobat ngapa sih! Kita pan kagak tau itu duit berkah apa kagak. Kalau makan pakai duit kagak berkah pan ngeri sakit itu, Pak..Bu.. Dosa mah sudah pasti. Sakit fisik, sakit jiwa, pan bahaya!

N.B. 1 Kalau butuh hiburan atau sekadar kepo, coba baca ‘testimoni’ tentang penipuan basi itu di link-link berikut:

N.B. 2 Sebelum apply lamaran pekerjaan, coba cek kembali:

  • Email HR perusahaan (perusahaan biasanya pakai alamat email yang profesional, misal; titi.kamal@gramedia.com)
  • Kalau pun pakai gmail, cobalah kepo sedikit. Minimal cari profil Google+ nya.
  • Cari informasi mengenai perusahaan sedetail mungkin.
  • Pastikan kembali alamat kantornya.
  • Teliti di segala aspek

N.B. 3 Dear LINE Jobs, cobalah lebih selektif lagi. LINE ini sebenarnya kredibel, tapi dinodai oleh si kangtipu itu.

HATI-HATI, GUYS!! NGGAK USAH CARI KERJA, CARI JODOH AJA JADI BOS AJA SENDIRI. HAHA. NGGAK DEH, BERCANDA. *peace*

0

Monolo(gue) #13: Guys, Kumpul Yuk!

“Guys, kumpul yuk!”

“Yuk. Kapan?”

“Kapan yaaa..”

Pernah merasa semacam de javu gitu nggak dengan percakapan di atas? Pasti pernah. Ajakan kumpul ini menurut gue pantas masuk ke dalam 10 kebohongan yang hampir seluruh manusia pernah melakukannya. Ajakan kumpul yang cuma jadi wacana, lantas berdebu dan ditinggalkan begitu saja dalam kolom chat yang usang. Semacam basa basi yang beneran basi. Awalnya bilang ‘yuk’, lama-lama menghilang tanpa kabar bagai dikejar utang cicilan mesin cuci. Atau bisa juga kejadiannya begini.. Ada yang semangat untuk ketemu, tapi yang lain nggak. Akhirnya ajakan yuk tersebut cuma keanginan aja, terus terbang kemana-mana. Kasian yang merindu sendirian kan kalau gitu. Ajakan seriusnya malah jadi basi. Udah jomblo, masih ditolak juga sama teman sepermainan. Hahaha.

Kalau dulu, mungkin gue termasuk orang yang sering mengiyakan kalau diajak kumpul sama suatu kelompok tertentu. Bukan karena gue pengin dilihat rajin, kebangetan rajin, atau nggak punya kerjaan. Apalagi kalau berdalih untuk bertemu dengan seseorang. Nggak, nggak gitu gue mah. Gue juga sibuk. Sama kayak yang lain. Gue mesti rapiin kamar, nyuci baju, nyetrika, ngerjain tugas atau laporan praktikum yang mematikan jiwa raga, ngurusin kerjaan orang, nyari duit tambahan, melamun di pinggir jalan, dan sekelumit kerjaan lainnya yang orang-orang mungkin bakalan santai menjalaninya tapi gue nggak. Percayalah, wahai rakyatku. Gue juga sibuk. Gue sibuk, tapi punya prioritas. Gue tau apa-apa yang lebih penting dari apa. Gue tau mana yang harus dikerjakan lebih dahulu ketimbang mana yang lain. Jadi, kalau gue berusaha untuk mengiyakan ajakan menyambung tali jemuran..eh silaturahim, artinya prioritas gue ada di situ. Nah kalau orang lain punya tujuh ratus sembilan puluh tiga alasan untuk bilang, “gue nggak bisa”, yaudah.. Artinya memang pertemuan itu bukan menjadi prioritasnya dia. Gampang, kan? Udah, nggak usah mutung.

Orang mungkin bisa bebas-bebas aja berargumen. Tapi pernah nggak, mikirin manusia yang sifatnya itu memang pengin selalu membahagiakan orang lain? Memang sih, itu sifat yang agak terkutuk. Kayak..menyiksa batin siapa pun. Tapi coba lah sekali-kali membahagiakan dia juga. Kalau sama-sama saling membahagiakan kan indah rasanya. Jangan ribut melulu kayak pendukung Ahok sama FPI. Ndak damai itu mah. Damai itu jalanan ke rumahkuh. *apa sih*

Kesimpulannya adalah.. Daripada beralasan sibuk ini itu, lebih baik jujur. Misal, “Sorry, gue udah malas ke sana bareng kalian.” atau “Sorry, kalian cuma debu yang nempel di jendela rumahku. Tuh sekarang jendela rumahku udah bersih. Sama kayak kalian di hidup aku.”

Ingat, Guys. Sibuk adalah alasan klasik. Cobalah untuk lebih kreatif. Trims.

Monolo(gue) adalah seri tulisan tidak berfaedah yang terdiri dari 99,9% makna kosong dan 0,1% hikmah, namun diam-diam memiliki unsur terselubung.

0

Adaku Tiada

(Oleh Candra Malik) *

Allah,  aku kesepian.

Dalam sendiriku, yang ada Engkau saja.

Di mana aku, tak perlu lagi ditanya.

Di mana Engkau, tak usah lagi dijawab.

Sepiku sendiri-Mu, sepi-Mu sendiriku

Allah,  aku sunyi.

Dalam diamku, tiada ucap selain Nama-Mu.

Tak ada yang sentuh heningku, jangkau Sepi-Mu.

Aku dalam selaput Rahasia Dikau.

Allah, aku sedih.

Dalam pedihku, perpisahan kuratapi.

Dalam perihku, perjumpaan kudambai.

Duka ini abadi, luka ini semakin jadi.

Kurindu Rindu-Mu, kucinta Cinta-Mu.

Allah, aku binasa.

Daku tiada ada selain sirna.

Diriku lenyap, Diri-Mu senyap.

Musnah sudah segala wajah.

Maha-agung Engkau Paduka,

Zat Yang Awal Kekal Ada.

(Solo, 22 Januari 2009)

* Adaku Tiada merupakan salah satu puisi yang terdapat dalam buku Asal Muasal Pelukan karangan Candra Malik yang diterbitkan tahun 2016.

0

10 Judul Lagu dengan Kata ‘Senja’

Banyak yang mengartikan senja sebagai proses terbenamnya matahari, padahal senja yang sebenarnya adalah hari setengah gelap setelah matahari terbenam. Indahnya langit yang berwarna oranye atau merah keemasan saat senja membuat para penyair semakin puitis. Hampir semua orang menyepakati bahwa ada keindahan tersendiri yang dapat dinikmati dari senja. Itulah sebabnya, ia banyak dilibatkan dalam bait puisi atau lagu. Kira-kira, ada lagu apa saja, sih, yang menggunakan kata ‘senja’ dalam judulnya?


1. Banda Neira –¬†Senja di Jakarta

 

Duo yang telah menyatakan bubar pada Desember 2016 lalu ini memiliki lagu-lagu yang enak didengar. Liriknya memiliki makna-makna yang patut direnungkan. Senja di Jakarta merupakan lagu yang tidak sendu, melainkan asik untuk didengar saat pulang dari kerja. Meski Ananda Badudu dan Rara Sekar tidak lagi bersama dalam Banda Neira, karya mereka akan terus tersimpan dalam memori pendengar.


Baca lebih lanjut

0

Tidak Ada Masakan Gagal

Hasil kerajinan di dapurku

Ada satu hal yang banyak orang tak tahu. Aku selalu menggebu-gebu dalam hal mencoba resep masakan. Kalau orang lain mungkin akan mupeng melihat foto makanan, aku justru malah pengin tahu cara membuatnya. Kalau sekiranya dapat dibuat dengan peralatan seadanya, aku akan semakin semangat. Aku memang bisa disebut sebagai perempuan yang belum bisa memasak, tapi setidaknya aku punya ketertarikan terhadapnya. Aku dulu sering masak kok, sewaktu menjadi anak rantau. Karena seringnya masak untuk diri sendiri, jadi rasa dan selera ya suka-suka. Kalau belum bisa menyamakan rasa dan selera masakan kita untuk orang banyak, tetap…namanya belum bisa masak!

Cheesecake ini adalah hasil uji coba penasaranku. Bisa dibilang, aku gagal dalam membuat chessecake ini. Tapi karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, maka mari kita hilangkan dulu kata ‘gagal’ dalam hal masak memasak. Cheesecake ini tidak gagal, namun hanya tertunda saja enaknya.

Kok bisa gagal?

1. Dengan rasa percaya diri penuh, aku merebus keju cheddar geluntungan (tanpa diparut terlebih dahulu) bersama susu. Emang dasar norak, dikira keju cheddar sama seperti mozarela yang mudah meleleh. Akhirnya butuh waktu yang lama untuk melelehkan keju bersama susu. Yang bikin sedihnya adalah, susu yang aku pakai adalah susu UHT yang kemudian dipanaskan bersama keju sampai suhunya tinggi. Dalam hati aku teriak, “Proteiiiiiinnn! Rusak lah itu protein!”

2. Tepung maizena yang menggumpal. Jadi, larutan tepung maizena aku taruh kulkas. Sewaktu ingin dipakai, “lah kok beku?” wkwkwk. Yaiyalah. Dan jreng jreng…! Karena terlalu lambat mengaduk, akhirnya larutan tepung maizena itu menggumpal bersama lautan keju susu.

3. Terlalu banyak gula dan susu kental manis aku cemplungkan. Hasil akhirnya apa? Kata orang sunda mah namanya giung. Aku aja kalah manisnya sama cheese cake itu. Ahahaha. Chesse cake buatanku.. Hmm.. Numero uno~ Haee.. Laik kopi! 

Cheese cake buatanku isinya gula semua. Aku yakin sekali kalau proteinnya sudah terdenaturasi. Wkwk. Nggak baik. Selain bikin diabetes, terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa menganggu perkembangan otak. Terlalu banyak gula juga akan mengganggu penyerapan protein dan nutrisi yang kemudian akan menyebabkan malnutrisi.

Sudah, begitu saja.

0

Monolo(gue) #12: Ayam Goreng dan Rasa Syukur

“Bu, hari ini makannya pakai apa?”

Adalah pertanyaan yang hampir setiap hari gue tanyakan pada ibu. Kenapa nggak kamu yang masak, Nis? Malas. Nggak ada yang bakal percaya masakan gue. Ahaha.

Rumah gue hanya berisi 4 kepala. Hampir semua memiliki aktivitas pergi-pagi-pulang-malam. Jadilah ibu jarang masak. Sebenarnya setiap hari masak sih, tapi selalu berujung sia-sia karena kami termasuk keluarga yang nggak doyan makan. Semua makanan tersisa, pun makanan sebangsa cemilan. Kalau makanan sebangsa cemilan sih masih bisa dibagi-bagi ke saudara, tapi kalau main course..alah main course..agak aneh aja kalau cuma bagi-bagi tanpa nasi. Jadilah kalau ada orang atau saudara bertamu ke rumah, kayaknya mesti wajib makan. Ekekeke..

Ketika bingung mau masak lauk apa, ibu biasanya masak ayam goreng. Di antara 4 kepala, yang nggak makan ayam goreng cuma satu kepala, yaitu bapak gue. Bapak gue cuma mau makan ayam kampung. Katanya ayam potong nggak sehat karena suntik sana sini. Bapak juga suka bawel kalau gue makan ciki dengan rasa MSG yang kuat. Ciki itu tulisannya gimana sih? Ahaha. Ya itulah macam Taro, Cheetos, dan teman-temannya.

Nggak jarang, ibu masak ayam goreng beberapa hari berturut-turut. Ya karena sering sisa, jadi masih banyak yang belum digoreng. Belum lagi kalau ibu lagi nggak masak. Pasti beli lauk yang ada ayamnya. Entah itu digoreng, dibakar, diapain aja lah pokoknya ada si Gallus gallus itu. Mau diolah seperti apa pun, gue cuma pilih bagian femur. Haha. Femur. Wow. I almost forgot that term.

Gue yang mudah bosan, semena-mena sering bilang,

“Bosen, ah, makan ayam terus.”

Entah sudah berapa kali gue berkata demikian. Sampai kali ke berapa gue berbicara seperti itu, tiba-tiba otak gue kesetrum apaan tau, lalu ngoceh sendiri,

“Lu tuh harusnya bersyukur masih bisa merasakan bosan. Setiap hari masih bisa makan ayam goreng. Lu pikir semua orang bisa makan ayam goreng setiap hari? Lu pikir semua orang mampu beli ayam untuk digoreng? Makan lah yang ada, jangan malah mengeluh kalau dikasih rezeki.”

Dari ujung kiri, ibu hanya menatapku aneh karena anak perempuannya bisa mengeluh dan bijak dalam sekali waktu. Ngomong sendiri lagi. Wkwkwk. Ajaib bener. Kamu pernah merasakan nggak? Pasti pernah lah. Kita mah gitu. Seringnya lupa. Lupa kalau mungkin sebenarnya hidup yang kita jalani adalah hidup yang orang lain impikan. Kita juga sering lupa bahwa sesungguhnya nikmat dan rezeki yang berlimpah juga merupakan ujian; apakah rezeki yang sudah diberi itu digunakan untuk kebaikan atau kemaksiatan.

Kata Allah dalam surat Ibrahim ayat 7,

Sadeess.. Kayak orang bener ya gue. Ahaha. Ini namanya Note To Myself.

Monolo(gue) adalah seri tulisan tidak berfaedah yang terdiri dari 99,9% makna kosong dan 0,1% hikmah, namun diam-diam memiliki unsur terselubung.