Monolo(gue) #4: Perempuan dan Kepastian

IMG_20160217_203726[1]

See?

Sebelum kamu merasa membuang waktu karena membaca tulisan ini, gue peringatkan terlebih dahulu. Jangan dibaca. Nggak ada faedahnya sama sekali. Gue cuma ingin berbagi cerita terkait gambar di atas. Lebih tepatnya, membenarkan.

Mungkin nggak semua perempuan seperti itu, ya. Tapi sayangnya gue termasuk perempuan yang masuk ke dalam golongan wanita-selalu-butuh-kepastian. Huehehe. Gue suka sebel aja sih kalau dibilang bawel gara-gara banyak tanya. Gue banyak tanya karena merasa ada yang belum jelas. Sewaktu di sekolah, setiap habis pelajaran, guru biasanya bertanya.

“Ada yang belum jelas? Kalau belum, silakan tanya.”

Iya nggak? Nah, maka dari itu gue bertanya. Yang sulit ini kalau harus berkoordinasi dengan makhluk astral laki-laki. Mereka kan gitu. Ngasih mandat nggak jelas. Ngasih informasi setengah-setengah. Ditanya biar jelas, malah bilang kita bawel. Cih. Kalau nggak mau banyak ditanya, ya tinggal kasih tau secara to the point. Singkat, padat, bablas. Jelas, wey! Gue kasih contoh pengalaman gue dahulu. Kebutulan, makhluk astral laki-laki yang gue ajak bicara ini tipe laki-laki yang au amatan. Yang di bawah ini ceritanya percakapan di sms.

Laki-laki au amatan: “Ya, nanti dijemput.”

Gue: “Sama siapa? Jam berapa?”

Laki-laki au amatan: “Ada. Sore.”

Gue: “Sorenya jam berapa?”

*nggak dibalas lagi*

*kemudian udah sore*

Gue: “Jadi nggak? Jam berapa? Biar gue siap-siap.” (padahal emang udah siap)

Laki-laki au amatan: “Ntar. Dia mau ke kosan dulu katanya.”

(Gue nanya jam loh. Nggak dijawab juga.)

Mungkin bagi si laki-laki au amatan ini, gue berisik. Padahal gue cuma nggak suka kalo diberi informasi, tapi nggak jelas. Tinggal jawab aja sih, “Kira-kira nanti jam 5.” Biar kata pake kira-kira, itu lebih baik. Setidaknya gue bisa memprediksi kapan gue harus nunggu. Kapan gue harus siap-siap. Bayangkan kalau gue menunggu di waktu yang salah, berapa ribu detik gue bisa digunakan untuk hal lain daripada menunggu.

Apa lo? Makhluk astral laki-laki mau ngasih pembelaan? Mangga atuh lah, kadieu. Diantosan ku urang. Eta, kabogoh maneh..ge butuh kepastian. Nikah gih!

((kayak lu udah nikah aja, Nis))

Monolo(gue) adalah seri tulisan tidak berfaedah yang terdiri dari 99,9% makna kosong dan 0,1% hikmah, namun diam-diam memiliki unsur terselubung.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s