Mari Belajar Bahagia Bersama Adik-adik Siswa Minggu Cerdas GSB

Pertengahan tahun 2016 ini, seorang teman jerapah bernama Renita, mengungkapkan sebuah gagasan kepada teman jerapah lainnya melalui grup WhatsApp. Gagasan tersebut adalah salah satu mimpi yang sudah lama ia simpan. Pada waktu itu ia mengungkapkan ingin membuat sebuah gerakan yang berfokus pada anak-anak agar lebih senang membaca. Ia juga mengatakan ingin membantu mengajar anak-anak yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung.

“Kenapa lu nggak ikut semacam Indonesia Mengajar atau komunitas 1000 guru?”

Tanya kami saat itu. Masalah perizinan dari orang tua, katanya. Lagipula, menginisiasi sebuah gerakan sendiri mungkin lebih baik, katanya kemudian. Gagasan tersebut, tentu kami respon dengan baik. Niat baik memang sudah seharusnya disambut dengan baik pula. Maka dengan ilmu yang minim, kami berusaha membantu sebisa mungkin. Kami yang kurang peka atau apa, Renita lebih banyak bergerak sendiri meski telah dibantu oleh Mutia. Mulai dari mencari nama yang pas, publikasi berupa poster, membuat akun social media, membuat program, mencari siswa, sampai pada perizinan untuk meminjam beberapa siswa beserta tempat Sekolah Master Depok. Seperti yang sudah saya katakan, kami turut membantu semampunya, walau itu hanya seutas doa dan informasi lewat social media. Akhirnya, Gerakan Suka Baca resmi menjadi nama project yang diinisasi oleh Renita tersebut.

Sebelum menceritakan Gerakan Suka Baca lebih jauh, saya ingin bercerita sedikit tentang si pencetak ide project ini. Namanya Renita. Saya mengenalnya tahun 2008 di sebuah sekolah menengah yang terletak di pinggir selatan Jakarta. Diizinkan atau tidak, saya akan menjadikan ia sebagai personal reference dalam hidup saya. Ia anak sulung yang memiliki banyak mimpi. Ditempa ribuan taufan membuatnya menjadi semakin kuat setiap harinya. Yang saya tahu, ia dulu bersekolah dengan beasiswa dan kuliah dengan biaya sendiri. Kerja pagi, kemudian kuliah di malam harinya. Seringkali tenaganya di porsir, tapi tekadnya terlalu kuat hingga akhirnya kini gelar S.Pd berada di belakang namanya. Sudah lulus dan kerja pun, ia masih ingin menyibukkan diri dengan program Gerakan Suka Baca (GSB) ini. Ia merelakan hari Minggu, satu-satunya hari untuknya istirahat, digunakan untuk mengajar adik-adik di sekitar Sekolah Master Depok. Oh ya, Renita juga masih konsisten halaqah setiap minggunya. Ia bisa seperti ini juga karena melalui proses. Kalau boleh saja saya mengutip perkataan salah satu mantan presiden Amerika, Franklin D. Roosevelt, “A smooth sea never made a skilled sailor.”

Kembali pada GSB. Program mingguan yang telah kami laksanakan sejak Oktober lalu adalah Minggu Cerdas. Kegiatan ini semacam les tambahan untuk anak-anak dengan umur sampai 12 tahun. Targetnya adalah agar anak-anak semakin lancar membaca, menulis, dan berhitung. Ada beberapa anak yang memang belum mengenal huruf atau sudah mengenal huruf, namun belum lancar membaca. Kami juga mencoba untuk membiasakan mereka membaca buku apa saja di awal pembelajaran. Lokasi kegiatan Minggu Cerdas ini sebenarnya tidak menentu walau masih di sekitar Sekolah Master (belakang terminal Depok), terkadang kami meminjam gedung TK atau masjid. Status beberapa murid Sekolah Master dengan GSB ini juga sebenarnya adalah “dipinjamkan”. Syukur alhamdulillah kami diizinkan.

img_20161016_113707

Peserta Kegiatan Minggu Cerdas

 

Setiap tiga bulan sekali, anak-anak diajak berwisata sambil belajar. Awal Desember kemarin, untuk pertama kalinya kami mengajak 22 anak ke Museum Fatahilah di Kota Tua menggunakan Commuter Line. Walaupun awalnya mereka protes karena diajak naik KRL, pada akhirnya mereka senang memandang Monas dari balik jendela. Membuat anak-anak senang itu pada dasarnya sederhana. Tidak seperti orang dewasa yang katanya bahagia itu sederhana, tapi banyak bohongnya.

“Bahagia itu sederhana”, tulis seseorang pada keterangan foto yang dia unggah. Tapi yang ia unggah ya barang-barang (cukup mahal) yang ia beli.

“Bahagia itu sederhana”, tulis seseorang pada keterangan foto yang dia unggah. Tapi yang ia unggah itu foto kebersamaannya dengan pacar.

Barang-barang yang kamu beli atau pacar gantengmu tidak memberikanmu kebahagiaan abadi. Pura-pura bahagia juga tidak selamanya baik lho, Kak. 😀

Belajar bahagia lah dari anak-anak. Yang mampu menertawakan hal-hal kecil, yang memandang sesuatu dari sudut pandang berbeda versi mereka, dan yang apa adanya. Meski saya tahu, anak-anak yang hampir setiap minggu saya temui ini bukanlah anak-anak biasa. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dari pedagang di sekitar terminal Depok dan terbiasa dengan kehidupan di sekitar terminal. Salah satu anak, di perjalanan menuju Kota Tua, bahkan pernah mengaku kepada saya bahwa ia pernah berjualan tissue di salah satu stasiun di Depok. Namun, pada dasarnya mereka adalah anak-anak biasa yang memiliki banyak cita-cita.

Terus belajar yaaaa, adik-adik! Tebarkan kebahagiaan dan jadi lah anak shaleh-shalehah. Biar nanti kalau sudah dewasa, bisa memberikan banyak manfaat bagi orang lain.

img-20161204-wa0017

Berkunjung ke Museum Fatahilah

Oh ya. Hingga kini, anak-anak yang berminat untuk ikut belajar semakin bertambah dan sejujurnya kami sebagai pengajar (termasuk saya sebagai pengajar bayangan) kewalahan. Kau pasti tahu, anak-anak itu susah diam. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang program ini, bersedia menjadi relawan pengajar, atau bersedia menjadi donatur, bisa kontak ke sini:

  • WhatsApp : 0838 7406 7973
  • Facebook   : Gerakan Suka Baca
  • Instagram  : @minggucerdas

Ataaaaau… Kau bisa hubungi saya melalui blog ini.

“Khairunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Bukhari Muslim)

dan bolehkan sekali lagi saya menulis kutipan satir dari salah satu sastrawan favorit saya?

“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.” (Menjadi Tua di Jakarta- Seno Gumira Ajidarma)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s