Tidak Ada Masakan Gagal

Hasil kerajinan di dapurku

Ada satu hal yang banyak orang tak tahu. Aku selalu menggebu-gebu dalam hal mencoba resep masakan. Kalau orang lain mungkin akan mupeng melihat foto makanan, aku justru malah pengin tahu cara membuatnya. Kalau sekiranya dapat dibuat dengan peralatan seadanya, aku akan semakin semangat. Aku memang bisa disebut sebagai perempuan yang belum bisa memasak, tapi setidaknya aku punya ketertarikan terhadapnya. Aku dulu sering masak kok, sewaktu menjadi anak rantau. Karena seringnya masak untuk diri sendiri, jadi rasa dan selera ya suka-suka. Kalau belum bisa menyamakan rasa dan selera masakan kita untuk orang banyak, tetap…namanya belum bisa masak!

Cheesecake ini adalah hasil uji coba penasaranku. Bisa dibilang, aku gagal dalam membuat chessecake ini. Tapi karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, maka mari kita hilangkan dulu kata ‘gagal’ dalam hal masak memasak. Cheesecake ini tidak gagal, namun hanya tertunda saja enaknya.

Kok bisa gagal?

1. Dengan rasa percaya diri penuh, aku merebus keju cheddar geluntungan (tanpa diparut terlebih dahulu) bersama susu. Emang dasar norak, dikira keju cheddar sama seperti mozarela yang mudah meleleh. Akhirnya butuh waktu yang lama untuk melelehkan keju bersama susu. Yang bikin sedihnya adalah, susu yang aku pakai adalah susu UHT yang kemudian dipanaskan bersama keju sampai suhunya tinggi. Dalam hati aku teriak, “Proteiiiiiinnn! Rusak lah itu protein!”

2. Tepung maizena yang menggumpal. Jadi, larutan tepung maizena aku taruh kulkas. Sewaktu ingin dipakai, “lah kok beku?” wkwkwk. Yaiyalah. Dan jreng jreng…! Karena terlalu lambat mengaduk, akhirnya larutan tepung maizena itu menggumpal bersama lautan keju susu.

3. Terlalu banyak gula dan susu kental manis aku cemplungkan. Hasil akhirnya apa? Kata orang sunda mah namanya giung. Aku aja kalah manisnya sama cheese cake itu. Ahahaha. Chesse cake buatanku.. Hmm.. Numero uno~ Haee.. Laik kopi! 

Cheese cake buatanku isinya gula semua. Aku yakin sekali kalau proteinnya sudah terdenaturasi. Wkwk. Nggak baik. Selain bikin diabetes, terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa menganggu perkembangan otak. Terlalu banyak gula juga akan mengganggu penyerapan protein dan nutrisi yang kemudian akan menyebabkan malnutrisi.

Sudah, begitu saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s